BAB 2: MENGENAL FORMAT DAN KERANGKA CV

Sebelum menulis CV yang efektif, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, yang akan menjadi dasar penulisan CV Anda, yaitu:

1. Jenis format CV yang cocok untuk Anda
2. Kelebihan dan kekurangan CV Kronologis
3. Kelebihan dan kekurangan CV Fungsional
4. Kerangka CV yang efektif

1. Menentukan Format CV yang Cocok untuk Anda
Anda perlu tahu format CV mana yang paling cocok untuk Anda karena hal ini akan menjadi dasar penulisan CV Anda. Pada intinya ada 2 format CV, yakni CV Kronologis dan CV Fungsional. Ada pula penulisan CV yang menggunakan kombinasi dari CV Kronologis dan CV Fungsional. Format CV lainnya adalah CV Alternatif yang biasanya digunakan oleh mereka yang bergelut di bidang seni. Format CV Alternatif umumnya menggunakan ilustrasi atau foto dengan tata letak yang tidak standar untuk menunjukkan kreativitas pelamar.

Masing-masing format memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilihan format CV yang akan digunakan sangat tergantung pada pengalaman kerja, prestasi, pekerjaan yang diinginkan, dan beberapa faktor yang kira-kira akan menjadi pertimbangan perusahaan/organisasi. Berikut ini adalah penjelasan tentang format CV yang paling sering dipakai yakni CV Kronologis dan CV Fungsional.

2. Kelebihan dan Kekurangan CV Kronologis
CV Kronologis menekankan pada urutan masa bekerja. Penulisan riwayat kerja menggunakan susunan kronologi terbalik, yakni diawali dengan pekerjaan yang paling terakhir dijalani, kemudian mundur ke pengalaman kerja sebelumnya. Judul posisi/jabatan, nama perusahaan/organisasi dan tahun bekerja dicantumkan sebagai sub-judul. Kemudian di bawahnya, diberi keterangan mengenai tugas-tugas yang dijalankan di perusahaan/organisasi tersebut.

Pengembangan dari CV Kronologis adalah CV Performa, yakni yang dalam susunannya mencantumkan prestasi-prestasi atau keberhasilan yang pernah dicapai. CV Kronologis dan Performa sebaiknya digunakan oleh mereka yang ingin menekuni sektor pekerjaan yang sama, dan memiliki riwayat kerja yang konstan atau tidak banyak jeda/waktu kosong antar masa kerja.

Kedua format CV ini banyak digunakan karena format ini memuat informasi yang dikehendaki pihak pemberi kerja, antara lain tentang masa kerja. Selain itu, format CV ini lebih banyak dikenal orang karena pembuatannya yang mudah dan tidak terlalu membutuhkan strategi dan kreativitas sebagaimana format CV lainnya.

Karena di dalam CV Kronologis dan Performa dicantumkan tahun bekerja, hal ini bisa menonjolkan pengalaman bekerja di sebuah sektor pekerjaan. Hasilnya dapat menciptakan citra positif jika menunjukkan adanya peningkatan dari satu posisi ke posisi lainnya. Sebaliknya, CV Kronologis dan Performa bisa merugikan, terutama bagi mereka yang memiliki banyak jeda antar masa kerja yang mungkin disebabkan karena mengganggur, PHK, wirausaha, sakit, melahirkan, membesarkan anak, dan lain-lain. Sebab dalam beberapa detik saja staf penyeleksi/HRD langsung bisa melihat masa kerja yang pendek dalam CV. Hal ini kerap membuat orang tidak lolos seleksi dan tidak mendapat panggilan wawancara kerja.

Format CV kronologis dan performa juga kurang menguntungkan bagi mereka yang tidak memiliki banyak prestasi atau prestasi yang diraih tidak berhubungan dengan sektor pekerjaan yang ingin dilakukan, serta bagi mereka yang mempunyai judul posisi atau jabatan yang sama terus-menerus meski sudah pindah ke berbagai perusahaan/lembaga. Hal ini memberi kesan tidak adanya peningkatan kapasitas atau pengalaman kerjanya yang sangat sempit dan terbatas.

3. Kelebihan dan Kekurangan CV Fungsional
CV Fungsional menekankan pada fungsi, kemampuan atau prestasi yang dimiliki seseorang sepanjang masa karirnya. Penulisan riwayat kerja yang mencantumkan posisi atau jabatan, nama perusahaan/organisasi dan masa kerja tidak diutamakan, bahkan seringkali dihilangkan. Sebagai gantinya, penulisannya menggunakan fungsi atau prestasi yang dimiliki, kemudian di bawahnya diberi keterangan mengenai kemampuannya. Contohnya, untuk seorang yang bekerja sebagai Receptionist, bisa menggunakan sub-judul Front Office Management karena pada kenyataanya seorang Receptionist memang memiliki fungsi-fungsi yang berurusan dengan Front-Office.

Penggantian posisi/jabatan dengan fungsi atau prestasi bisa menonjolkan keahlian sesorang dan membuat judul posisi yang kurang menguntungkan jadi tidak terlalu diperhatikan. Coba bandingkan kesan yang didapat dari penggunaan kata Receptionist dengan Front Office Management. Karena itu format CV ini cocok bagi mereka yang memiliki judul posisi/jabatan yang kurang mengesankan meski memiliki keahlian.


CV Fungsional juga memungkinkan seseorang untuk menonjolkan kemampuan kerja di masa lalu tanpa menyoroti masa kerja. Dengan demikian format CV ini cocok bagi mereka yang memiliki keahlian namun tidak didukung oleh masa kerja yang panjang di sebuah perusahaan/organisasi karena sering berpindah tempat kerja, atau banyak jeda antar masa kerja yang mungkin disebabkan karena menganggur, terkena PHK, wirausaha, sakit, melahirkan, membesarkan anak dan lain-lain. Selain itu, CV Fungsional juga cocok bagi mereka yang ingin mengubah arah karir, serta bagi mereka yang memiliki pengalaman kerja yang bersifat sukarela atau tanpa bayaran.

Kekurangan dari format CV ini yaitu bila perusahaan/organisasi terdahulu memiliki reputasi baik, maka hal itu tidak lekas terlihat di dalam CV. Untuk mengatasinya, hal itu dapat disebutkan di dalam surat lamaran kerja. Format CV ini juga kurang cocok bagi mereka yang memiliki keahlian atau prestasi kerja yang terbatas. Sebenarnya kekurangan yang ada pada CV Fungsional ini tidak terlalu berarti. Pada kenyataannya format CV ini cocok untuk digunakan sebagian besar pelamar kerja.

4. Kerangka CV yang Efektif
Kerangka CV yang baik bisa membantu memperlihatkan diri dan bakat Anda. Sebagian orang biasanya memakai kerangka tradisional yang sebenarnya kurang menarik, seperti ini:


Contoh Kerangka CV Yang Kurang Menarik


Struktur di atas kurang menarik dibandingkan yang berikut ini:


Contoh Kerangka CV Yang Efektif



Struktur seperti ini lebih banyak mendatangkan panggilan wawancara, karena menyampaikan informasi kepada calon atasan berdasarkan urutan kebutuhan untuk menentukan perlu tidaknya diadakan wawancara.

Atasan akan lebih tertarik dengan keahlian dan pengalaman Anda dibandingkan berapa usia atau minat Anda. Bila Anda memiliki kualifikasi yang diakui dan relevan dengan pekerjaan, sebaiknya keterangan seperti ini dicantumkan setelah nama Anda, agar calon atasan langsung dapat melihat pengalaman profesional Anda atau pendidikan yang telah Anda tempuh, misalnya. Bagian pendidikan bisa ditulis setelah karir, karena pengalaman kerja Anda lebih relevan untuk calon atasan Anda.

Stuktur kerangka ini masih bisa dimodifikasi dengan menambahkan subjudul lain, seperti “Pengalaman Berorganisasi”, atau “Keikutsertaan dalam Seminar/Training” dan lain sebagainya. Intinya, buatlah kerangka CV untuk menampilkan informasi tentang diri Anda yang relevan dengan kebutuhan perusahaan/organisasi yang Anda tuju.

0 komentar:

Poskan Komentar